MENJADI MENTERI KEUANGAN RUMAH TANGGA ALA KAMU

by - Oktober 20, 2019


Pembukuan keuangan seringkali hanya digunakan dalam perusahaan. Sebagai sarana untuk melihat proses transaksi uang masuk dan keluar suatu perusahaan atau organisasi.

Pembukuan keuangan tidak hanya penting bagi perusahaan, dalam kehidupan rumah tangga hal ini juga sangat penting.
Mungkin banyak dari kita yang tidak tertarik atau bahkan tidak memiliki pembukuan dalam rumah tangganya.
Tapi ternyata pembukuan sangat penting, karena dalam rumah tangga selalu ada uang masuk dan keluar yang sama persis seperti sebuah perusahaan.

Seorang Ibu Rumah Tangga dapat bertindak sebagai "Menteri Keuangan" dalam manajemen rumah tangganya. Dimana jika keuangan rumah tangga berjalan dengan baik, serta pendapatan dan pengeluaran juga seimbang. Tentu hal ini akan berdampak positif bagi masa depan. Seperti bisa merencanakan tabungan jangka panjang, dapat memenuhi kebutuhan mendadak, atau simpelnya ibu rumah tangga bisa mengatur uang belanjanya untuk kebutuhan pribadinya.

Selain itu manfaat lainnya membuat pembukuan keuangan keluarga yakni:

MENGETAHUI ANGGARAN KELUARGA
Dengan membuat catatan keuangan, tentu akan memudahkan seorang Ibu Rumah Tangga dalam mengontrol keuangannya. Pemasukan yang diterima dan pengeluaran yang akan dilakukan akan lebih ter-pola. Sehingga untuk memprediksi jumlah pengeluaran akan lebih terkonsep. Misalnya jika ingin belanja bulanan, belanja mingguan, atau terdapat biaya-biaya mendadak di masa depan, jadi akan lebih mudah untuk mengatasinya, tanpa harus berhutang atau minus.

MENCEGAH MENJADI BOROS
Dengan melakukan pembukuan keuangan atau membuat catatan keuangan, juga akan menghindari pemborosan. Karena ketika mencatat akan membuat kita lebih posesif pada pengeluaran, dan kita juga akan mampu memprediksi jika pengeluaran telah mencapai batas. Hal ini tentu akan membuat kita lebih berhemat dan berhati-hati dalam membeli kebutuhan yang tidak penting. Tapi berhemat bukan berarti pelit ya hehe !!! Pastinya ketika menganggarkan kita juga sudah melebihkan uang untuk jajan si kecil atau untuk kebutuhan mendadak lainnya. Sehingga akan lebih menjaga penghematan keuangan rumah tangga, tanpa harus membuat orang rumah berpikir kamu pelit haha 😆.

MENABUNG DAN BERINVESTASI LEBIH
Jika sudah mampu untuk berhemat tentu akan membuat keuangan lebih kondusif. Sehingga untuk memiliki dana investasi atau menabung akan lebih banyak. Serta keinginan atau pencapaian masa depan juga akan perlahan-lahan mudah terlaksana.

Serta untuk menyusun pembukuan keuangan dalam rumah tangga, kamu tidak perlu harus belajar ekonomi atau harus bergelar sarjana akuntansi.
Karena hanya dengan memanfaatkan Buku Kas yang dijual dengan harga murah meriah, kita bisa menjadi "Menteri Keuangan" dalam rumah tangga 😍.
Rumus lengkapnya cukup dengan BSC (Buku, Struk, Catat) kamu sudah bisa menjadi "Menteri Keuangan" ala rumah tangga kamu. Pastinya juga dibutuhkan semangat untuk rajin mencatat dan ngumpulin struk belanjaan.


Jadi sudah siap belum, menjadi "Menteri Keuangan" ala rumah tangga kamu?
Atau sudah ada yang membuat pembukuan keuangan rumah tangganya?


Kita sharing  di komen ya 😍



You May Also Like

4 komentar

  1. Wadaaw..dulu sih awal awal menikah, pernah sih serajin itu mencatat cash flow keuangan rumah tangga. Tapi kok setelah sekarang sekian lamaaa married, tidak pernah lagi. Ehehe. Padahal cukup membantu juga sih kalau dicatetin gitu. Jadi tidak terlalu boros.

    BalasHapus
  2. Iya mbak.. mulai lagi yuk mbak, lumayan membantu buat penghematan mbak hehe 😍

    BalasHapus
  3. Sudah tidak pernah lagi mencatat pemasukan dan pengeluaran. Kami berdua bukan tipe yang detail termasuk urusan keuangan. Yang penting pas. Pas butuh pas ada, hehe

    BalasHapus
  4. Awal nikah masih telaten nulis pencatatan, sekarang udah ga telaten kwkwk banyak udah dirinci eeeh ada aja pengeluaran tak terduga

    BalasHapus