MEMILIH NIKAH MUDA ATAU KARIR DULU ?

by - September 20, 2019



Seorang perempuan normalnya sudah menikah di usia 25 Tahun. Walaupun hal ini tidak menjadi sebuah tolak ukur yang harus di yakini. Terlebih di zaman sekarang, banyak wanita yang memilih untuk sukses di karirnya, melanjutkan perkuliahan, atau menggapai impiannya terlebih dahulu sebagai prioritas utama.

Hal ini tentunya sebuah kewajaran. Karena setiap wanita juga memiliki mimpi dan tanggung jawab yang harus mereka gapai atau yang harus mereka beri. Seperti terhadap keluarga, banyak di antara wanita yang harus membantu keuangan keluarganya, melanjutkan kuliah demi impiannya, atau karena kondisi yang sudah terikat dengan perjanjian pekerjaan, dan berbagai faktor lainnya.

Namun terlepas dari itu semua, seorang wanita punya kondisi waktu yang terus mengejar. Maksudnya kondisi biologis, dunia kedokteran mengatakan jika seorang wanita yang berusia 30-an akan sulit memiliki keturunan. Tapi hal itu tentunya bukan sebuah fakta yang pasti. Karena kepastian tentang jodoh, keturunan, rezeki semuanya telah Allah tetapkan 🥰.

Nah.. ngomong-ngomong soal jodoh. Jika memang telah menemukan tambatan hati, sang pangeran tak berkuda itu telah datang hihi 😍. Tidak ada salahnya, jika memprioritaskan pernikahan terlebih dahulu. Karena dengan menikah, kamu masih bisa berkompromi dengan pasangan soal impian, cita. harapan, atau tanggung jawab yang masih harus kamu gapai. 

Gimanapun suksesnya kita, tingginya kuliah yang kita gapai, atau faktor lainnya. Seorang wanita pasti akan membutuhkan pasangan yang akan berjalan bersama mengarungi lembah mendaki gunung berpetualang (haha ada yang nyanyi ga bacanya 🤣). Dan jika beruntung, kamu juga harus memilih pasangan yang tepat yang punya visi misi sama dengan kamu, atau kalaupun tidak memiliki titik temu antara visi dan misi. Paling ga, kamu dan si pasangan harus saling memahami dan menghormati prinsip masing-masing.
Karena menikah itu dari AKU menjadi KITA.
Dari BERJUANG sendiri menjadi BERSAMA.
Dari SEPI menjadi BAHAGIA.
Jadi kenapa harus takut?
Kenapa harus bingung?

Tapi buat kamu, yang mungkin masih ada perasaan takut untuk menikah. Karena berbagai alasan yang menghantui, seperti setelah menikah akan bertambah berbagai tanggung jawab baru. Mengurus suami, memiliki anak, dan berbagai urusan rumah tangga lainnya, kamu jangan buru-buru berpikiran negatif. Karena semua itu pada akhirnya akan berjalan dengan sendirinya, kamu akan belajar bahwa mengurus suami itu menyenangkan, memiliki anak dan menjadi seorang ibu itu bahagia, bahkan mengurus hal-hal sederhana di rumah itu juga momen berharga.

Kunci dari semua itu adalah ikhlas dan pikiran positif yang harus kita buat dari diri sendiri. Kalaupun kamu belum bisa meyakinkan diri kamu. Kamu juga masih  bisa untuk sharing ke pasangan tentang ketakutan kamu. Paling ga, dengan komunikasi semuanya akan ter-arah.

Jika kita jabarkan satu-satu keraguan itu:
Pertama: Kamu ingin menikah tapi takut karir terhenti, ga bisa lanjut kuliah, atau gapai mimpi?
Jangan Takut ! Karena kamu masih bisa berkarir sampingan, seperti buka usaha sendiri. Banyak contoh wanita yang sukses mengembangkan usahanya setelah menikah, kamu bisa searching.
Jika kamu ingin lanjut kuliah, juga bisa. Liza juga melanjutkan kuliah setelah menikah, sebenarnya dari sebelum menikah, tapi itu tadi intinya kompromi dengan pasangan.
Jika semuanya berjalan mulus ataupun ada batu-batu kerikil yang menghampiri.
Jangan Takut !!! Karena kamu ga sendiri tapi berdua.Impian-impian itu malah akan mudah tercapai, karena sekarang ada pundak yang akan menopang impian kamu bersama dengan impiannya. Jadi kenapa takut?
Kedua: Setelah menikah nanti punya anak dan lalu impian itu...?
Soal ini, seperti yang liza bilang. Ini termasuk rahasia Pemilik Kehidupan. Kamu takut sekarang, belum tentu rezeki anak secepat yang kamu duga akan datang. Karena banyak yang malah menunggu penantian menjadi seorang Ibu dan Ayah. Sekalipun kamu dan pasangan mendapatkan amanah itu, kamu jangan khawatir. 
Karena orang tua kita bahagia memiliki kita, pasti kita juga akan bahagia menjadi orang tua. Benar kan?
Ketiga: Setelah menikah ngurusin rumah, nyuci, masak, kapan ngurus dirinya?
Ini nihhhh... Kita kan wanita, kita juga sering bersihin kamar kita. Atau kamu ada yang kamarnya ga di bersihin ya? hehe kidding 😆. Jadi anggap aja, bersihin rumah sama dengan bersihin kamar kamu, cuma ini kamar yang extra large hehe. Karena jika kamu bahagia dan kamu ikhlas, dan tahu arti dari menjadi seorang istri, semuanya akan let it flow.
Kamu juga masih punya waktu kok untuk ngurusin diri kamu. Kan kita tiap hari mandi 3 kali sehari, 2 kali sehari, 1 kali sehari, atau paling ga di lap-lap kain basah badannya hihi. Jadi sesimpel itu kamu bisa ngurusin rumah sambil mempercantik diri~
Jadi girl's jangan takut untuk menikah.
Karena keputusan kamu ditentukan dengan keyakinan kamu.
Jika kamu yakin akan bahagia.  Insha Allah kamu akan bahagia.
Yuk.. Sharing bersama tentang keputusan kamu. 
Kamu Memilih Menikah atau Berkarir Gapai Impian?
Terus gimana setelah menikah?
Sharing di Coment ya~ 😍








You May Also Like

14 komentar

  1. Setuju kak, saya setelah menikah rasanya bahagia banget. Aku kira dengan menikah susah utk menggapai apa yg kita inginkan. Pdhl setelah menikah kita bisa menggapai impian kita bersama2 pasangan kita. Mantap banget blognya kak, menginspirasi banget kak. Sukses terus blognya ya kak

    BalasHapus
  2. Masya Allah ukhti lizaa, doakan kita2 bisa segera bertemu pangeran tak berkuda yaa..hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allahumma Aamiin.. tetap semangat kak 😘

      Hapus
  3. Impian sy sbnarnya pengen bisa nurutin ibuk jadi working mom, cm setelah menikah suami minta sy di rumah.. yaahh... meski nggak bisa nuruti ibu jd working mom, tp seenggaknya sy msih jd part time working mom hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener kak.. saya juga gitu kak. Ortu mau kitanya jadi working mom. Tapi bisanya jadi part time working mom hehe. Yang penting kita masih terus bisa bantuin ortu atau support ortu setelah nikah ya kak 😍

      Hapus
  4. Haii... Nama saya Novia,saya seorang ibu rumah tangga muda juga. Hihihi salam Mahmud. Btw, I like your template that's eyes friendly....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh.. samaan kak, salam Mahmud 😍. Makasih ya.. moga blog ini, bisa buat kita sharing2 bareng kak hehe 😍

      Hapus
  5. Aku pribadi untuk saat ini belum kepikiran untuk nikah muda ketika temen-temenku banyak yang ngelakuinnya. Well, setiap orang punya pilihan masing-masing, semoga berkah untuk semuanya :D

    acipah.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Good mba.. yang tau diri kita cuma kita sendiri. Jika itu baik menurut kita, abaikan aja orang mau gimana ya mba~

      Semoga kelak dipertemukan dengan jodoh terbaik ya mba 😍

      Hapus
  6. Aku nikah waktu itu umur 23, ngerasanya sih ga muda juga. Tp skrng2 orang mikirnya nikah umur segitu tergolong cepet 😁 klo aku pribadi mikirnya, jodoh akan datang di waktu yg tepat, entah muda atau ga, selama dr kitanya memang ada niat untuk menikah sbgai ibadah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kita mba. Saya juga nikah umur 23 mbak. Bener mba, nikah itu datang dari niat kita ya mbak, selama kita siap usia tdk menjadi halangan y mbak, krn nikah ibadah 😍

      Hapus